Pertumbuhan industri Asuransi Jiwa di Indonesia berkembang cukup pesat dan memainkan peranan yang cukup besar dalam Perkonomian di Indonesia dewasa ini. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berikut, Total pendapatan dari 44 Perusahaan Asuransi Jiwa anggota AAJI pada triwulan pertama 2012 mencapai 33,1 triliun atau tumbuh dari posisi triwulan pertama tahun 2011 yang sebesar 24,1 triliun rupiah.
Melihat pertumbuhan asuransi jiwa yang pesat tersebut, penting bagi para pemasar asuransi jiwa untuk mempelajari dan memahami konsep dasar asuransi jiwa dan bagaimana cara kerja asuransi. Namun sebelum anda dapat memahami kedua hal tersebut, Anda terlebih dahulu harus memahami konsep resiko dan mengetahui jenis resiko seperti apakah yang dapat di asuransikan.
Risiko muncul apabila ada ketidakpastian mengenai masa depan kita. Terdapat dua jenis risiko yang dihadapi oleh perorangan ataupun perusahaan, yaitu:
1. Risiko Spekulatif (speculative Risk)
2. Risiko Murni(Pure Risk)
Risiko Spekulatif memiliki tiga kemungkinan hasil, yaitu untung, rugi atau tidak ada perubahan. Contohnya pada saat Anda membeli Saham, Anda berspekulasi bahwa nilai saham tersebut akan naik dan Anda akan memperoleh keuntunganlaba dari investasi Anda. Namun Anda juga memahami bahwa nilai saham bisa jatuh, dan Anda akan mengalami kerugian atau kehilangan seluruh atau sebagian nilai saham yang Anda investasikan. Contoh Lainnya Setiap orang tentunya ingin hidup dengan usia panjang, namun demikian ada beberapa orang yang memiliki hobi tertentu berspekulasi dengan jiwa nya. Oleh karena itu asuransi jiwa tidak menanggung risiko seperti ini.
Sementara itu Risiko Murni tidak memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, walaupun terjadi kerugian ataupun tidak terjadi kerugian. Contohnya Anda kemungkinan mengalami kecacatan. Jika Anda cacat, maka Anda tidak akan dapat bekerja, dan karena Anda tidak dapat bekerja maka Anda akan mengalami kerugian Finansial, yaiu Anda tidak lagi memperoleh penghasilan. Sebaliknya jika Anda tidak pernah mengalami kecacatan, maka Anda tidak mengalami kerugian dari resiko tersebut.
Contoh lainnya, setiap orang pasti akan meninggal, namun tak seorang pun tahu kapan itu terjadi. Kepastian bahwa orang pasi akan meninggal inilah yang juga disebut dengan Risiko Murni. Inillah satu-satunya risiko yang dapat diasuransikan. dengan menghitung rata-rata usia hidup dan rata-rata usia berapa orang akan meninggal, perusahaan asuransi dapat memperakan terjadinya resikio murni iniTujuan dari asuransi itu sendiri adalah memberikan kompensasi atas kerugian Finansial, dan tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkeuntungann financial.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa Risiko Spekulatif tidak dapat diasuransikan karena terdapat kemungkinan untuk memperoleh keuntungan. Sedangkan Risiko Murni dapat disuransikan karena tidak memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, walau terjadi kerugian ataupun tidak terjadi kerugian.
Manajemen Risiko
Dalam hidup kita selalu dikelilingi oleh berbagai risiko, baik risiko yang besar maupun tidak. Pada saat kita memutuskan untuk tidak membawa payung, maka kita menghadapi kemungkinan akan terjadi Hujan.
Namun apa yang terjadi jika Anda mengalami situasi seperti ini. Saat ini Anda adalah karyawan/karyawati di sebuah perusahaandan memiliki penghasilan untuk membiayai diri Anda sendiri. Bagaiman jikan Anda sakit dan untuk waktu yang cukup lamadan biaya perwartan medinya mahal??
Atau Anda adalah seorang kepala keluarga dari seorang istri dan dua orang anak usia sekolah yang saat ini bekerja untuk membiayai kehidupan keluarga Anda. Apa yang terjadi bila Anda menderita cacat dan tidak dapat lagi bekerja untuk menhidupi keluarga Anda.
Ini adalah dua contok Risiko yang besar. Dalam menhadapi setiap Risiko, Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda. Ada beberapa cara Pengelolaan risiko yang digunakan untuk mengendalikan tingkat risiko finansial yang dihadapi, yaitu:
- Menghindari Risiko (Avoiding Risk) Carapengelolaan risiko yang paling mudah dilakukan adalah menghindari risiko saa sekali, Contoh: untuk menghundari risiko jatuh sakit maka seseorang akan menjaga kesehatannya dan stamina tubuhnya sehingga kesehatannya selalu terpelihara dengan baik
- Mengendalikan Risiko (Controlling Risk) Kita dapat mengendalikan risiko dengan mengambil langkah-langkah preventifuntuk mencegah resiko itu terjadi. Contoh: untuk mengurangi risiko kecelakaan saat membawa kendaraan, maka seseorang akan memastikan bahwa kondisi ban, rem, kopling dan mesin mobil/motornya dalam keadaan baik, memakai Helm/ sabuk pengaman, mengendarai dengan hati-hati, serta mematuhi rambu lalu lintas.
- Menerima Risiko (Accepting Risk) Secara sederhana menerima risiko sama dengan menanggung seluruh tanggung jawab finansial atas risiko yang terjadi tersebut. Contoh: seseorang tidak mengasuransikan rumahnya terhadap resiko kebakaran, dan akan bersedia menanggung kerugian jika terjadi resiko kebakaran terhadap rumahnya.
- Mengalihkan Risiko (Transferring Risk) Apabila seseorang mengalihkan risiko kepada pihak lain, maka ia mengalihkan tanggung jawab finansial atas resiko tersebut kepada pihak lain, yang umumnya atas dasar pemberian imbalan. Cara yang paling umum bagi seseorang, keluarga atau perusahaan untuk mengalihkan resiko adalah dengan membeli pertanggungan Asuransi. Risiko kerugian finansial tersebut dialihkan ke perusahaan asuransi, dan apabila terjadi suatu kerugian yang spesifik, perusahaan tersebut akan membayarkan sejumlah uang, asalkan perusahaan asuransi tersebut telah menerima sejumlah uang yang disebut sebagai premi.
Fakta Kehidupan
- Dalam kehidupan terdapat beberapa Fakta kehidupan, antara lain:
- Setiap orang PASTI akan meninggal, tetapi tidak pasti KAPAN terjadinya.
- Meninggalnya pencari nafkah berakibat hilangnya sumber pendapatan bagi yang berkepentingan. Perlu JAMINAN untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.
- Berkurangnya kemampuan berpenghasilan memerlukan JAMINAN keuangan di hari tua.
Setiap Orangpasti menyadari bahwa pada akhirnya ia akan meninggal, namun tidak pasti kapan ia akan meninggal. Ketika seorang pencari nafkah meninggal dunia tanpa meninggalkan persiapan yang cukup untuk keluarganya, dapat dipastikan bahwa keluarganya tidak mampu menyesuaikan dan menyiapkan diri dengan perubahan dalam kehidupannya, yang diakibatkan hilangnya penghasilan keluarga secara drastis dan tiba-tiba. Hal ini dapat kita sebut dengan kerugian eonomiakibat meninggalnya pencari nafkah. lain halnya bila si pencari nafkah tersebut telah jauh-jauh hari mempersiapkan keuangan keluarganya agar tetap berjalan secara normal pada saat ia meninggal dunia dengan cara memiliki jaminan finansial melalui asuransi.
bagi sebagian besar orang, kebutuhan dasar akan jaminan finansial merupakan hal yang umum. Namun kebutuhan tersebut berbeda untuk setiap orangdan kebutuhan finansial seseorang cenderung berubah dari waktu ke waktu. Asuransi adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membantu mereka dalam penyediaan jaminan finansial. Sebagian orang menyadari perlunya memiliki jaminan finansial dan membeli asuransi untuk mencukupinya. Tetapi ada juga sebagian lainnya yang tidak menyadari betapa perlu dan pentingnya asuransi.
Kemampuan seseorang untuk mencari penghasilan dan bekerja akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Ketika seseorang sudah tidak mampu lagi bekerja dan memperoleh penghasilan, ia butuh memiliki jaminan finansial untuk menghadapi situasi seperti ini dalam kehidupannya. Dengan memiliki perlindungan asuransi jiwa, biaya hidup dapat tetap ditopang dan kehidupan serta kondisi keuangannya pun akan memperoleh jaminan.
Dan ketika mendapat cacat, misalnya akibat suatu kecelakaan, kondisi ini membuat dia tidak dapat lagi melakukan kegiatan sehari-hari seperti ketika ia sehat, seperti bekerja dan memiliki penghasilan. Dengan memiliki asuransi, orang tersebut dapat terus menjalani kehidupannya karena ia akan menerima manfaat asuransi yang dimilikinya untuk menggantikan penghasilan yang sudah tidak dapat lagi ia perolah lantaran cacat yang dideritanya.
Jadi masihkah Anda Ragu untuk mengasuransikan diri Anda sendiri dan juga keluarga Anda? Ingat masa depan itu ditentukan hari ini, Kerjakan dan Persiapkan masa depan Anda dan keluarga saat ini juga.
Contact Agent:
Romi Irwanto : 081210095954/ 08567977665.
email : romupt323@yahoo.com